Hari yang cerah menyertai langkah penuh semangat para siswa dan siswi beragama Buddha dari Sekolah Mutiara Harapan, Global Andalan, dan Taruna Andalan. Mereka bersatu dalam sebuah kegiatan yang membawa dampak positif, bertajuk Buddhist Community Service. Mengambil rute dari Pangkalan Kerinci menuju Pekanbaru, perjalanan ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan sebuah wadah nyata untuk mempraktikkan Dhamma dan menumbuhkan benih-benih kebajikan di dalam diri.
Pengayaan Spiritual dan Praktik Abhaya Dana di Vihara Pubba Manggala Arama
Tepat pukul 08.00 pagi, rombongan bertolak dari Pangkalan Kerinci. Setibanya di Pekanbaru sekitar pada pukul 10.00, destinasi pertama yang dituju adalah Vihara Pubba Manggala Arama. Di sini, rangkaian kegiatan diawali dengan pengayaan batin. Para siswa diajak mendalami ajaran Sang Buddha melalui Diskusi Dhamma, memupuk Paññā (kebijaksanaan). Suasana kemudian menjadi lebih khidmat dengan Latihan Meditasi. Praktik ini merupakan fondasi penting untuk melatih Samādhi (konsentrasi) dan Sati (perhatian penuh/kesadaran), membantu siswa-siswi menjaga keseimbangan emosi di tengah kesibukan mereka sebagai pelajar.
Rangkaian spiritual di vihara ditutup dengan indah melalui kegiatan Fangshen (pelepasan satwa). Dalam kacamata Buddhis, Fangshen bukan sekadar tradisi, melainkan wujud nyata dari Abhaya Dana yaitu berdana kehidupan dan memberikan rasa aman kepada makhluk hidup agar terbebas dari penderitaan dan ketakutan. Ini adalah bentuk tertinggi dari Metta (cinta kasih) dan Karuna (kasih sayang) yang universal.
Mewujudkan Amisa Dana di Yayasan Buddha Tzu Chi
Setelah menuntaskan kegiatan di vihara, rombongan beristirahat sejenak untuk menikmati makan siang bersama dengan penuh kesadaran. Energi yang telah kembali pulih kemudian membawa mereka menuju destinasi kedua, yaitu Yayasan Buddha Tzu Chi. Kunjungan siang ini membuka wawasan siswa-siswi tentang aksi kemanusiaan tanpa batas. Mereka disambut dengan hangat dan diberikan pengenalan mendalam tentang kiprah Yayasan Buddha Tzu Chi yang luar biasa.
Puncak dari kunjungan ini adalah penyerahan barang-barang donasi yang dikumpulkan oleh para siswa/i. Momen ini menjadi sarana edukasi langsung bagi para siswa untuk mempraktikkan Amisa Dana (berdana materi). Dengan menyisihkan apa yang mereka miliki untuk disumbangkan, anak-anak diajarkan untuk mengikis sifat serakah (Lobha) dan kemelekatan. Mereka menyadari bahwa kebahagiaan sejati tidak hanya didapat dari memiliki, tetapi juga dari keikhlasan dalam memberi dan meringankan beban sesama.
Kembali Membawa Kesadaran Baru
Setelah seluruh rangkaian kegiatan yang padat dan bermakna selesai, rombongan bersiap kembali pada pukul 16.00 dan tiba dengan selamat di Pangkalan Kerinci pada pukul 18.00 sore.
Kegiatan Buddhist Community Service ini diharapkan tidak hanya menjadi memori yang menyenangkan, tetapi juga meninggalkan jejak Dhamma yang mendalam. Melalui keseimbangan antara praktik spiritual (Samādhi) dan praktik kemurahan hati (Dāna), semoga karakter siswa/i semakin kuat terbentuk menjadi generasi muda Buddhis yang bijaksana, ringan tangan dalam membantu sesama, dan selalu membawa terang bagi lingkungan sekitarnya.
Sabbe Sattā Bhavantu Sukhitattā
Sadhu, sadhu, sadhu.
